Mari Bersembahyang


Pada Umumnya, sebelum melakukan persembahyangan baik dengan puja Trisandya maupun Panca Sembah di dahului dengan penyucian diri dan sarana persembahyangan. Adapun urutannya sebagai berikut :

  1. Duduk dengan tenang. Lakukan Pranayama dan setelah suasana tenang ucapkan mantram ini :

“ Om prasada sthiti sarira siwa suci nirmala ya namah swaha ”

Artinya :

Ya Tuhan, dalam wujud Hyang Siwa hambamu telah duduk tenang, suci dan tiada noda.

  1. Kalau tersedia air bersihkan tangan pakai air, kalau tidak ada ambl bunga dan gosokkan pada kedua tangan. Lalu telapak tangan kanan ditengadahkan di atas tangan kiri dan ucapkan mantram:

“ Om suddha mam swaha ”

Artinya :

Ya Tuhan, bersihkanlah tangan hamba (Bisa juga pengertiannya untuk membersihkan tangan kanan).

Lalu, posisi tangan di balik. Kini tangan kiri ditengadahkan diatas tangan kanan dan ucapkan mantram :

“ Om ati suddha mam swaha ”

Artinya :

Ya tuhan, lebih dibersihkan lagi tangan hamba (bisa juga pengertianya untuk membersihkan tangan kiri).

  1. Kalau tersedia air (maksudnya air dari rumah,bukan tirtha), lebih baik berkumur sambil mengucapkan mantram ini di dalam hati :

“ Om Ang waktra parisuddamam swaha ” atau lebih pendek

“ Om waktra suddaya namah ”

Artinya :

Ya Tuhan, sucikanlah mulut hamba

  1. Jika tersedia dupa, peganglah dupa yang sudah dinyalakan itu dengan sikap “ Amusti ” yakni tangan dicakupkan, kedua ibu jari menjepit pangkal dupa yang ditekan oleh telunjuk tangan kanan, dan ucapkan mantram :

“ Om Ang dupa dipastra ya nama swaha ”

Artinya :

Ya Tuhan / Brahma tanjamkanlah nyala dupa hamba sehingga sucilah sudah hamba seperti sinarMu.

  1. Setelah itu lakukan lah puja Trisandya. Jika memuja sendirian dan tidak hafal seluruh puja yang banyaknya 6 ( Enam ) bait itu, ucapkanlah mantram yang pertama saja ( Mantram Gayatri ) tetapi diulang sebanyak 3 ( tiga ) kali. Mantram dibawah ini memakai ejaan sebenarnya “ v ” dibaca mendekati “ w ”. garis miring diatas huruf, dibaca lebih panjang. Permulaan mantram Om biasa di ucapkan 3  ( tiga ) kali,bisa juga sekali ( 1 ) sebagaimana teks dibawah ini :

Mantram Trisandya

Om ..Om…Om…

Bhur` bhvah svah

Tat` savitur vare`nyam

Bhar`go deva`sya dhimahi

Dhiyo yo` nah pra`co da`yat

Om na`ra`yana evedam sar`vam

Ya`dbhutam yac` co bhave`yam

Niskalanko niranjano nirvikalpo

Nira`khyatah su`ddo`  deva eko

Na`rayano`  na dvi`tiyo asti ka`scit

Om tvam si`vah tvam mahade`vah

Is`varah paramesvarah

Bra`hma visnu carudrasca

Purusah parikirtitah

Om papo ham papo karmaham

Pa`patma papo sam`bha`vah

Trahi mam pundarikaksa

Sabahyabhyantarah su`cih

Om ksamasva ma`m mahadeva

Sar`vaprani hitan`kara`

Mam moco sarva papebyah

Pa`layasva` sa`da siva`

Om ksan`tavyah kayiko do`sah

Ksan`tavyo vaciko mama`m

Ksan`tavyo ma`naso dosah`

Tat` pramadat` ksama`sva ma`m

Om santhi`, santhi`, santhi`, Om

Terjemahannya :

Tuhan adalah “Bursvah”. Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan  dan kemulian Hyang Widhi, semoga Ia berikan semangat pikiran kita.

Ya Tuhan, Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah Dewa Narayana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua.

Ya Tuhan, Engkau dipanggil Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma, Wisnu, Rudra dan purusa.

Ya Tuhan, hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba ini papa, keliran hamba papa, lindungilah hamba Hyang Widhi, sucikanlah jiwa dan raga hamba.

Ya Tuhan, ampunilah hamba Hyang Widhi, yang memberikan keselamatan kepada semua mahluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah hamba oh Hyang Widhi.

Ya tuhan, semoga damai, damai, damai selamanya.

Setelah selesai memuja Trisandya dilanjutkan Panca Sembah. Kalau tidak melakukan persembahyangan Trisandya ( mungkin tadi ada di rumah ) dan langsung memuja dengan Panca Sembah, maka setelah membaca mantram untuk Dupa langsung saja menyucikan bunga atau kewangen yang akan dipakai muspa. Ambil bunga atau Kewangen itu diangkat dihadapan dada dan ucapkan mantram ini :

“ Om Puspa danta ya namah swaha ”

Artinya :

Ya Tuhan, semoga bunga ini cemerlang dan suci

Kramaning Sembah ( Panca Sembah )

Urutan sembahyang ini sama saja, baik dipimpin oleh Pandita atau Mangku, maupun bersembahyang sendirian . Cuma, jika dipimpin Pandita yang sudah melakukan Dwijati, ada kemungkinan mantramnya lebih panjang. Kalau hapal bisa diikuti, tetapi kalau tidak hafal sebaiknya lakukan mantram-mantram pendek sebagai berikut:

  1. Dengan tangan kosong ( sembah puyung )

Cakupkan tangan kosong dan pusatkan pikiran dan ucapkan mantra mini:

“ Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha  ”

Artinya :

Ya Tuhan, Atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah hamba

  1. Sembhayang dengan Bunga, ditujukan kepada Hyang Widhi dalam wujudNya sebagai Hyang Surya atau Siwa Aditya.

Ucapkanlah mantram ini:

Om Adiyatya param jyoti

Rakta tejo namo stute

Sweta pankaja madhyastha

Bhaskaraya namo stute

Artinya :

Ya Tuhan, Sinar Hyang Surya Yang Maha Hebat. Engkau bersinar merah, hamba memuja Engkau. Hyang Surya yang berstanan di tengah-tengah teratai putih. Hamba memuja Engkau yang menciptakan sinar matahari yang berkilauan

  1. Sembahyang dengan kewangen. Bila tidak ada, yang dipakai adalah bunga. Sembahyang ditujukan kepada Istadewata pada hari dan tempat persembahyangan itu. Istadewata ini adalah Dewata yang diinginkan kehadiraNya  pada waktu memuja . Istadewata adalah perwujudan Tuhan Yang Maha Esa dalam berbagai wujudNya. Jadi mantram ini bisa berbeda-beda tergantung dimana dan kapan bersembahyang. Mantram dibawah ini adalah mantram umum yang biasanya di pakai saat Purnama atau Tilem atau di Pura Kahyangan Jagat :

Om nama dewa adhisthanaya

Sarwa wyapi wai siwaya

Padmsana eka prastisthaya

Ardhanresvari ya namo namah

Artinya :

Ya Tuhan, kepada dewata yang bersemayam  pada tempat yang luhur, kepada hyang Siwa yang berada dimana-mana, kepada Dewata yang bersembahyang pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanareswari  hamba memuja.

  1. Sembahyang dengan bunga atau kewangen untuk memohon warenugraha. Usai mengucapkan mantram, ada yang memperlakukan bunga itu langsung sebagai waranugraha, jadi tidak “dilentikan / dipersembahkan ” tetapi dibungakan di kepala ( Wanita ) atau diatas kuping kanan (Laki-laki ).

Mantramnya:

Om Anugrahan manoharam

Dewa data nugrahakam

Yarcanam sarwa pujanam

Namah sarwa nugrahakam

Dewa-dewi mahasiddhi

Yajnanya nirmalatmaka

Laksmi siddhisca dirghayuh

Nirwighna sukha wraddisca

Artinya:

Ya Tuhan, Engkau yang menarik hati pemberi anugrah Anugrah pemberian Dewata, Pujaan segala pujaan, hamba memujaMu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian pada Dewa dan Dewi berwujud yadnya suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani.

  1. Sembahyang dengan cakupan tangan kosong, persis seperti yang pertama.Cuma sekarang ini sebagai penutup. Usai mengucapkan mantram, tangan berangsur-angsur diturunkan sambil melemaskan badan dan pikiran.

Mantramnya :

Om Dewa suksema parama cintya nama swaha

Om Santhi, Santhi, Santhi, Om

Artinya :

Ya Tuhan, hamba memuja Engkau Dewata yang tidak dipikirkan, maha tinggi dan maha Gaib.

Ya Tuhan, anugerahkan kepada hamba kedamaian, damai,damai, ya Tuhan.

Untuk memuja di Pura atau tempat suci tertentu , kita bisa menggunakan mantram yang disesuaikan dengan tempat dan dalam keadaan bagaimana kita bersembahyang. Yang diganti adalah mantram sembahyang urutan Ketiga dari Panca Sembah, yakni yang ditujukan kepada Istadewata.

Berikut ini contohnya :

Untuk memuja di Padmasana, Sanggar Tawang, dapat digunakan salah satu contoh dari  Dua ( 2 ) Mantram dibawah ini :

Om, akasam nirmalam sunyam

Guru dewa Bhomantaram,

Ciwa nirwana wiryanam,

Rekha Omkara wijayam

Artinya :

Ya Tuhan, penguasa angkasa raya yang suci dan hening.

Guru rohani yang berstana di angakasa raya.

Siwa yang Agung Penguasa nirwana sebagai Omkara yang senantiasa jaya, hamba memujamu

Om nama dewa adhisthanaya,

Sarva wyapi vai siwaya,

Padamsana ekaprastithaya

Ardhanareswarayai namo namah.

Artinya :

Ya Tuhan, kepada dewa yang bersemayam pada tempat yang tinggi, kepada Siwa yang sesungguhnyalah berada dimana-mana, kepada Dewa yang bersemayam pada tempat duduk bungai teratai sebagai satu tempat, kepada Ardhenaresvari, hamba memujaMu.

Untuk di Pura Kahyangan Tiga, ketika memuja di pura Desa, digunakan mantram sebagai berikut :

Om Isanah sarva widyanam

Iswarah sarwa bhutanam,

Brahmano dhipatir Brahma

Sivo astu sadasiva

Artinya :

Ya Tuhan, Hyang Tunggal Yang Maha Sadar, selaku Yang Maha Kuasa menguasai semua makhluk hidup. Brahma Maha Tinggi, selaku siwa dan Sadasiwa.

Untuk di Pura Kahyangan Tiga, ketika memuja di Pura Puseh, gunakan Mantram sebagai berikut :

Om, Girimurti Mahawiryam,

Mahadewa pratistha lingam,

Sarwadewa pranamyanam

Sarwa jagat prastithanam

Artinya :

Ya Tuhan, selaku Girimurti Yang maha Agung, dengan lingga yang jadi stana Mahadewa, semua Dewa-dewa tunduk padaMu.

Untuk Memuja di Pura Dalem, masih dalam Kahyangan Tiga, gunakan mantram sebagai berikut :

Om Catur dwija mahasakti

Catur asrame Bhattari

Siwa jagatpati dewi

Durga sarira dewi

Artinya :

Ya Tuhan, saktiMU berwujud Catur Dewi, yang dipuja oleh catur Asrama, sakti dari Siwa, Raja Semesta Alam, dalam wujud Dewi Durga. Ya Catur Dewi, hamba menyembah ke bawah kakiMu, bebaskan hamba dari segala bencana

Untuk Bersembahyang di Pura Prajapati mantramnya sebagai berikut:

Om Brahma Prajapatih sresthah

Swayambhur warao guruh

Padmayonis catur waktro

Brahma sakalam ucyate

Artinya :

Ya Tuhan, dalam wujudMu sebagai brahma Prajapati, Pencipta semua makhluk, Mahamulia, yang menjadikan diriNya sendiri, Pemberi anugerah Maha Guru, lahir dari bunga teratai, memiliki empat ( 4 ) wajah dalam satu badan, maha sempurna, penuh rahasia, Hyang Brahma Maha Agung.

Untuk di Pura Pemerajan/Kamimitan ( Rong Tiga ),  Paibon, Dadia atau Padharman, mantramnya sebagai berikut :

Om Brahma Wisnu Iswara dewam

Tripurusa suddhatmakam

Tridewa trimurti lokam

Sarwa wighna winasanam

Artinya :

Ya Tuhan, dalam wujudMu sebagai Brahma, Wisnu, Iswara, Dewa Tripurusa Maha Suci, Tridewa adalah Trimurti, semogalah hamba terbebas dari segala bencana.

Untuk di Pura Segara atau di tepi Pantai / laut, gunakan  mantram seperti dibawah ini:

Om Nagendra krura murtinam

Gajendra mastya waktranam

Baruna dewa masarira,

Sarwa jagat suddharmakam.

Artinya:

Ya Tuhan, wujudMu menakutkan sebagai raja para naga, raja gagah yang bermoncong ikan, Engkau adalah Dewa Baruna yang Maha Suci, meresapi dunia dengan kesucian jiwa, hamba memujaMu.

Untuk Di Pura Batur, Ulunsui, Ulundanu gunakan mantram sebagai berikut:

Om Sridhana dewika ramya

Sarwa rupawati tatha

Sarwa jnana maniscaiwa

Sri Sridewi namo  stute

Artinya :

Ya Tuhan, Engkau hamba puja sebagai Dewi Sri yang Maha Cantik, Dewi dari kekayaan yang dimiliki segala keindahan. Ia adalah benih yang Maha mengetahui. Ya tuhan Maha Agung Dewi Sri, hamba memujaMu.

Untuk bersembahyang di hari Saraswati, atau tatkala memuja Hyang Saraswati, mantramnya adalah :

Om Saraswati namas tubhyam

Warade kama rupini

Siddharmbham karisyami

Sidhhir bhawantu me sada

Artinya :

Ya Tuhan, dalam wujudMu sebagai Dewi Saraswati, pemberi berkah, terwujud dalam bentuk yang sangat didambakan. Semogalah segala kegiatan yang hamba lakukan selalu sukses atas waranugrahaMu.

Untuk bersembahyang di pemujaan Para Rsi Agung seperti Danghyang Dwijendra, Danghyang Astapaka, Mpu Anijaya, Mpu Semeru, Mpu Kuturan dan lainnya, gunakan mantram seperti ini :

Om Dwijendra purvanam siwam

Brahmanam purwastisthanam

Sarwa dewa ma sariram

Surya nisakaram dewam

Artinya:

Ya Tuhan, dalam wujudMu sebagai Siwa, Raja dari sekalian Pandita , Ia adalah Brahma, berdiri tegak paling depan, Ia yang menyatu dalam semua dewata. Ia yang meliputi dan memenuhi Matahari dan Bulan, Kami memuja Siwa para Pandita Agung.

Demikianlah beberapa mantram yang dipakai untuk bersembahyang pada tempat-tempat tertentu. Sekali lagi, matram ini menggantikan “ mantram umum ” pada saat menyembah kepada Istadewata, yakni sembahyang urutan ketiga ( 3 )  pada Panca Sembah .

Terakhir, ini sembahyang kehadapan hyang Ganapati ( Ganesha ), namun dalam kaitan upacara Mecaru ( Rsigana ), atau memuja di Sanggah Natah atau Tunggun Karang, tak ada kaitannya dengan Pancah Sembah :

Om Ganapati Rsi Putram

Bhuktyantu weda tarpanam

Bhuktyantu jagat trilokam

Suddha purna saririnam

Demikianlah Mantram – Mantram untuk Istadewata.

Doa Sehari-hari

Inilah doa untuk sehari-hari. Lazimnya tentulah dihafalkan. Namun kalau panjang , apalagi untuk di depan umum, misalnya membuka rapat / pertemuan, mantram ini bisa dibaca dengan memegang buku. Mantram atau doa ini ejaanya sedapat mungkin mengikuti bahasa sansekerta justru untuk mendekati pengucapan. Setiap huruf bergaris kecil diatasnya, dibaca lebih panjang. Misalnya : a` dibaca aa, u` dibaca uu. Namun huruf v ( Asli ) sudah diganti w untuk mendekati cara bacanya.

Doa Menjelang Tidur :

Om asato ma`sat ganaya,

Tamaso ma` jayatir ganaya,

Mrityor ma`mritam gamaya.

Artinya :

Ya Tuhan, tuntunlah hamba dari jalan yang sesat menuju jalan yang benar, dari jalan yang gelap ke jalan yang terang, hindarkanlah hamba dari kematian menuju kehidupan abadi.

Doa Bangun Pagi :

Om Uteda`nim bhagawantah sya`mota

Prapitwa uta mandhye ahnam

Utodita` maghawantu su`ryasya wayam

Dewa`na`m sumantau sya`ma.

Artinya :

Ya Tuhan, Yang maha Pemurah, jadikanlah hamba orang yang selalu bernasib baik pada hari ini, menjelang tengah hari dan seterusnya. Semoga para Dewa melindungi diri hamba.

Doa Membersihkan / Mencuci Muka :

Om Cam cama`ni yan namah swa`ha.

Om waktra parisudahaya namah swa`ha

Artinya :

Ya Tuhan, hamba memujaMu, Semoga muka hamba menjadi bersih

Doa Menggosok Gigi :

Om rahphat astra`ya namah

Om sri Dewi Bhatrimsa Yogini namah

Artinya :

Ya Tuhan, sujud hamba kepada Dewi Sri, Bhatari Yogini, semoga    bersihlah gigi hamba

Doa Berkumur :

Om Ang waktra parisudham`am swa`ha.

Artinya :

Ya Tuhan, Semoga bersihlah mulut hamba

Doa Membersihkan Kaki :

Om Am Kham Khasolkha`ya iswara`ya namah swa`ha.

Artinya :

Ya Tuhan, Semoga bersihlah kaki hamba

Doa Mandi :

Om Gangga` amrta sarira sudhama`m swa`ha.

Om Sarira parisudhama`m swa`ha

Artinya :

Ya Tuhan, Engkau adalah sunber kehidupan abadi nan suci, Semoga badan hamba menjadi bersih dan suci

Bisa juga dengan doa atau mantram seperti ini :

Om Gangga ca yamune caiwa

Godawari saraswati

Narmade sindhu` kaweri

Jale`smin sannidhim kuru

Artinya :

Ya Tuhan, Ijinkanlah hamba memanggil Sungai Suci Gangga, Yamuna, Godawari, Saraswati, Narmada, Sindhu dan Kaweri, semoga menganugerahkan kesucian kepada hamba

Doa pada waktu mengenakan pakaian :

Om tam maha`dewa`ya namah swa`ha,

Om bhusanam sarirabho parisudhamam swa`ha.

Artinya :

Ya Tuhan, dalam wujudMu sebagai Tat Purusha, Dewa Yang Maha Agung, hamba sujud kepadaMu dalam menggunakan pakaian ini. Semoga pakaian hamba menjadi bersih dan suci.

Selesai berpakaian hendaknya melakukan persembahyangan Puja Trisandya

Doa Panganjali :

Diucapkan saat berjumpa dengan seseorang atau memulai suatu pembicaraan dalam sebuah pertemuan. Tangan dicakupkan seperti menyembah, di angkat sejajar dada.

Om Swastyastu

Artinya :

Semoga selalu dalam keadaan selamat di bawah lindungan Tuhan

Doa Menghadapi Makanan :

Om hiranyagarbhah samawartatagre

Bhu`tasya ja`tah patireka a`sit

Sada`dhara pritiwim dyam utemam

Kasmai dewaya hawisa widhema

Om pu`rnam adah purnamidam

Pu`nana`t purnam udacyate

Pu`nasya purnam a`da`ya

Pu`rnamewawasisyate

Artinya :

Ya Tuhan, Yang Maha Pengasih. Engkau asal alam semesta dan satu-satunya kekuatan awal. Engkau yang memelihara semua makhluk, seluruh bumi dan langit. Hamba memuja Engkau. Ya Tuhan Yang Maha Sempurna dan yang membuat alam sempurna. Alam ini akan lenyap dalam kesempurnaanMu Engkau Maha Kekal. Hamba mendapat makanan yang cukup berkat anugerahMu. Hamba menghaturkan terimakasih.

Doa di atas baik untuk makan bersama, misalnya pesta atau istirahat makan dalam suatu pertemuan. Jika sendirian bisa mengucapkan doa pendek ini yang diambil dari kitab suci Yajurveda :

Om annapate annasya

No dehyanmiwasya susminah

Pra-pra da`ta`ram ta`ris u`rjam

No dhehi dwipade catuspade

Artinya :

Ya Tuhan, Engkau penguasa makanan, anugerahkanlah makanan ini, semoga memberi kekuatan dan menjauhkan dari penyakit.

Bimbinglah hamba anugerahkan kekuatan kepada semua makhluk.

Doa mulai mencicipi makanan :

Sebelum mulai menikmati makanan yang telah siap disajikan marilah kita berdoa dengan mantram :

Om Anugraha amrta`di san`jiwani ya namah swa`ha

Artinya :

Ya Tuhan, Semoga makanan ini menjadi penghidup hamba lahir dan batin yang suci.

Doa Selesai makan :

Setelah selesai menikmati makanan kita wajib berterima kasih kepada Tuhan karena telah melimpahkan rezeki yang berlimpah kepada kita dengan mantram :

Om Dhirgayur astu,awighnamastu, subham astu

Om sriyam bhawantu, sukham bhawantu,

Pu`rnam bhawantu, ksama sampurna` ya namah swa`ha.

Om Santhi, santhi, santhi Om

Artinya :

Ya Tuhan, semoga makanan yang telah masuk kedalam tubuh hamba memberikan kekuatan dan keselamatan, panjang umur dan tidak mendapat sesuatu apapun. Ya Tuhan, semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama-selamanya.

Doa sebelum memulai suatu Pekerjaan :

Sebelum memulai suatu pekerjaan kiranya lebih baik kita berdoa dulu untuk  memohon kelancaran, keberhasilan dalam menjalankan suatu jenis pekerajaan dengan mantram sebagai berikut :

Om awighnam astu namo sidhham

Om sidhirastu tad astu swa`ha.

Artinya :

Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan ini dan semoga berhasil dengan baik.

Doa Selesai bekerja / bersyukur :

Setelah selesai melakukan suatu pekerjaan alangkah lebih baiknya kita menghaturkan puji syukur kehadapan Tuhan karena atas waranugrahanyalah kita diberikan keberhasilan dalam bekerja dengan mantram sebagai berikut :

Om Dewa suksma parama acintya` ya namah swa`ha

Sarwa karya prasidha`ntam

Om Sa`nthi, sa`nthi, sa`nthi, Om.

Artinya :

Ya Tuhan, dalam wujud Parama Acintya yang Maha Gaib dan Maha Karya, hanya atas anugrahMu-lah maka pekerjaan ini berhasil dengan baik. Semoga damai, damai di hati, damai di dunia, damai selama- lamanya.

Doa Mohon bimbingan Tuhan :

Dalam kehidupan kita perlu membelajarkan diri kita menimba Ilmu sebanyak-banyaknya, baik itu melalui pendidikan mental maupun spiritual yang kita dapat dari sekolah atau perguruan tinggi dan lain sebagainya, kita juga perlu memohon bimbingan Tuhan agar di dalam menjalan hidup dan kehidupan kita mendapat berkah dariNya adapun mantramnya adalah :

Om Asato ma` sadyamaya

Tamaso ma` jyotir gamaya

Mrtyor ma` amrtam gamaya.

Om agne brahma grbhniswa

Dharunam syanta riksam drdvamha

Brahmawanitwa ksatrawani saja`ta

Wanyu dadhami bhratrwyasya wadhya`ya.

Artinya :

Ya Tuhan yang Maha Suci, bimbinglah hamba dari yang tidak benar menuju yang benar, bimbinglah hamba dari kegelapan pikiran menuju cahaya pengetahuan yang terang.

Lepaskanlah hamba dari kematian menuju kehidupan yang abadi. Tuhan Yang Maha Suci, terimalah pujian yang hamba persembahkan melalui weda mantra dan kembangkalah pengetahuan rohani hamba agar hamba dapat menghancurkan musuh yang ada pada hamba           ( Nafsu ). Hamba menyadari bahwa Engkaulah yang berada dalam setiap insani ( Jiwatman ), menolong orang yang terpelajar pemimpin Negara dan para pejabat. Hamba memuja Engkau semoga melimpahkan anugrah kekuatan kepada hamba.

Doa Mohon Inspirasi :

Di dalam melakukan suatu kegiatan kita perlu mendapat suatu gambaran atau ide-ide ataupun inspirasi yang baik, maka hendaknya kita memohon kepada Tuhan agar kita diberikan kecemerlangan dalam berpikir dengan mantram :

Om prano Dewi Saraswati

Wa`jebhir wa`jiniwati

Dhinam awin`yawantu.

Artinya :

Ya Tuhan, dalam manifestasi Dewi  Saraswati, Hyang Maha Agung dan MahaKuasa, semoga Engkau memancarkan kekuatan rohani, kecerdasan pikiran dan lindungilah hamba selama- lamnya.

Doa mohon dianugrahi kecerdasan dan kesucian :

Didalam kehidupan kita perlu mendalami arti sebuah kehidupan maka maknailah hidup itu dengan kecerdasan dan kebersihan hati kita. Lakukanlah hal itu dengan bersungguh – sungguh mohon kehadapan Tuhan agar diberikan waranugrahnya dengan membaca mantram sebagai berikut :

O pa`waka`nah Saraswati

Wa`jebir wa`jiniwati

Yajn`am wastu dhiya`wasuh.

Artinya:

Ya Tuhan, sebagai manifestasi Dewi Saraswati. Yang Maha Suci, anugrahilah hamba kecerdasan. Dan terimalah persembahan hamba ini.

Doa Mulai Belajar

Om purwe jato brahmano brahmacari

Dharmam wasa`nas tapasodatistat

Tasmajjatam brahmanam brahma

Iyestham dewasca sarwe amrttna sa`kama

Artinya:

Ya Tuhan, MuridMu hadir di hadapanMu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai pertama. Tuhan, Anugrahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang. Brahman yang agung,  setiap makhluk hanya dapat bersinar berkat cahayaMu yang senantiasa memancar.

Doa Mohon Ampun dalam segala Dosa

Om Dewakrtasyainaso awaya janam

Asi manusyakrtasi nama awaya janam

Asi pitra krtasi namo awaya janam asyatma

Krtasyaenaso awaya janam

Asyena sa` enase waya janam asi

Yacchaham eno vidvamscakara

Yacchavidvams tasya va ya janam asi

Artinya :

Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba terhadapMu, Ampunilah dosa hamba terhadap sesame manusia, terhadap Orang tua hamba, terhadap teman hamba, Tuhan ampunilah dosa hamba terhadap segala macam dosa, terhadap dosa yang hamba lakukan dengan sadar atau tidak sadar. Tuhan, semoga berkenan mengampuni semuanya itu.

Doa memotong hewan :

Om pasu pasa`ya wimahe sirascadaya

Dhimahi tano jiwah pracodayat.

Artinya :

Semoga atas perkenan dan  berkahMu para pemotong hewan dalam upacara kurban suci ini beserta orang-orang yang telah berdana punia untuk yadnya ini memperolh kesejahteraan  dan kebahagiaan. Tuhan, hamba memotong hewan ini, semoga rohnya menjadi suci.

Doa Mengunjungi Orang Sakit

Om sarwa wighna sarwa klesa

Sarwa lara roga winasa`ya namah

Artinya :

Ya Tuhan, semoga segala halangan, segala penyakit, segala penderiataan dan gangguan Engkau lenyapkan semua.

Doa mendengar atau melayat orang meninggal dunia :

Om swargantu , moksantu, sunyantu, murcantu.

Om ksa`ma sampurnaya namah swa`ha.

Artinya :

Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, semogalah arwah yang meninggal mendapat sorga, menunggal denganMu, mencapai keheningan tanpa derita. Ya Tuhan, ampunilah segala dosanya, semoga ia mencapai kesempurnaan atas kekuasaan dan pengetahuan serta pengampunannMu.

Doa untuk Keselamatan Penganten :

Om iha iwa stam ma`wi yaustam

Wiswam a`yur wyasnutam

Kridantau putrair naptrbhih

Modama`nau swe grhe

Artinya :

Ya Tuhan, anugrahkanlah kepada pasangan penganten ini kebahagian, keduanya tiada terpisahkan dan panjang umur. Semoga penganten ini di anugrahkan putra dan cucu yang memberikan penghiburan, tinggal di rumah yang penuh kegembiraan


0 Tanggapan ke “DOA SEHARI-HARI MENURUT HINDU”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Kalender

Januari 2012
R K J S M S S
« Okt    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui Email.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya.

Arsip

twitter

Kontak Yahoo

Translate Your Mind


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.